anythingSlider
  • 7-Sep-2010 / 16:02 WIB
  • USD 9075.00 8925.00
  • SGD 6741.80 6606.80
  • HKD 1169.30 1148.00
  • CHF 8976.40 8801.40
  • GBP 13974.20 13690.20
  • AUD 8284.45 8112.45
  • JPY 108.62 105.79
  • SEK 1251.10 1219.80
  • DKK 1567.90 1525.20
  • CAD 8730.70 8542.70
  • EUR 11600.80 11381.80
  • SAR 2429.10 2371.10
  • NZD 6555.60 6393.60
  • CNY 1337.90 1313.50
Sumber : klikbca.com


Wednesday, 03/02/2010 16:18
Target Distribusi Konversi Pertamina Kelar Semester I
[Bambang Budi H]

image

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) optimistis memenuhi target terkait program konversi minyak tanah ke LPG akan segera selesai di semester satu tahun ini.

Rencananya, paket konversi akan mendistribusikan sekira 9,3 juta sampai 10 juta paket. Ditargetkan program konversi tahun depan akan selesai pada semester pertama.

"Rencana konversi di 2010 merupakan tahun terakhir dan semester pertama yang diharapkan akan selesai. Adapun targetnya sekira 9,3 juta paket dan angka ini masih sementara mungkin akan bertambah jadi sekira 10 juta paket," ujar Vice President Communication Pertamina Basuki Trikora Putra, saat ditemui wartawan, di acara IPRA Conference 2010: Global Reach Regional Leadership, di Mulia Hotel, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2010).

Adapun wilayah-wilayah yang menjadi sasaran program konversi pada 2010 di antaranya Kalimantan Selatan, Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Tengah, NTB yang hanya ada di Lombok. "Karena wilayah logistik untuk yang tidak didatangi, masih ada pendistribusian minyak tanah," tambahnya.

Selain itu, di 2010, total kebutuhan LPG sekira 4,388 juta metrik ton. Untuk 3,077 juta metrik ton dan sisanya 1,261 juta adalah non-PSO. Dari kebutuhan tersebut akan dipenuhi dari kilang Pertamina 818.545 MT dan kemudian operasi dari direktorat hulu 52.920 MT.

Adapula pasokan dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) sebesar 969.724 metrik ton, dari kilang swasta domestik non-KKKS 88.550 MT. Sementara impor yang sudah ada kontrak antara 1,2 juta-1,5 juta ton.

"Jadi kita ambil maksimal 1,5 juta metrik ton. Kalau suplainya enggak bisa maka kita lakukan tender internasional. Kalau jumlah kecil kita lakukan spot tender. Tapi kalau ada tambahan dari Bontang tidak ada tender. Kita berharap ada tambahan supply dari Bontang sehingga mengurangi impor," tandasnya.

Sumber : Okezone.com