Harga Minyak Kian Mahal

NEW YORK - Harga minyak kembali menguat sentuh level USD77 per barel, pada penutupan perdagangan Selasa (2/2/2010) waktu setempat, setelah sebelumny ditutup anjlok di kisaran USD75 per barel.
Penguatan tersebut seiring antisipasi sejumlah trader di pasar minyak, dalam peningkatan permintaan di tengah sentimen ekonomi positif di Amerika Serikat (AS). Selain itu, ketegangan di Nigeria yang kaya minyak juga menyokong harga. Sedangkan, dolar AS jatuh di hari kedua, setelah naik ke level tertingginya selama enam bulan versus mata uang Eropa minggu lalu.
Seperti dilansir dari AFP, Rabu (3/2/2010), harga acuan minyak untuk kontrak Maret naik USD2,8 ke level USD77,23 per barel pada New York Mercantile Exchange (Nymex). Sedangkan di London, harga Brent naik USD2,95 ke USD76,06 per barel pada ICE Futures.
Analis Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch, mengatakan beberapa sentimen yang memicu penguatan minyak adalah penguatan pasar saham, data manufaktur yang positif sehingga mengindikasikan peningkatan kebutuhan minyak, cuaca yang belum membaik, dan impor minyak dalam jumlah besar ke China.
Sebelumnya, harga minyak mentah dunia kembali menguat seiring dengan penguatan pada Wall Street yang menguat tembus 118 poin. Pemicunya adalah sejumlah investor di pasar minyak merespons positif perbaikan perekonomian Amerika Serikat (AS) sehingga harga minyak kini kembali pulih dan mendekati level USD75 per barel.
Para analis menyatakan, ada beberapa sentimen yang memicu penguatan harga minyak yaitu penyerangan pada pipa penyalur di Nigeria, musim dingin yang berkepanjangan di wilayah Northeast, dan penguatan bursa saham AS.
Harga acuan minyak untuk kontrak Maret naik USD1,54 ke USD74,43 per barel, pada New York Mercantile Exchange. Sedangkan, di London, harga Brent naik USD1,65 ke USD73,11 pada ICE Futures.
Sumber : Okezone.com
9075.00













