Vivo TWS 5i Resmi Meluncur, Baterai 50 Jam Jadi Daya Tarik Utama Vivo kembali memperluas lini perangkat audionya dengan merilis Vivo TWS 5i di pasar China. Perangkat true wireless stereo ini hadir sebagai pilihan terjangkau untuk pengguna yang membutuhkan earbud ringan, baterai panjang, koneksi stabil, serta fitur peredam bising berbasis AI untuk panggilan. Dengan harga CNY 119 atau sekitar Rp260 ribuan jika dikonversi secara kasar, Vivo TWS 5i mencoba masuk ke segmen audio harian yang ramai peminat. Vivo TWS 5i dibekali driver dinamis 10 mm, Bluetooth 5.4, mode latensi rendah 42 ms, dukungan DeepX 3.0, audio spasial, serta daya tahan total hingga 50 jam bersama casing pengisi daya.
Vivo TWS 5i Hadir untuk Pengguna yang Butuh Earbud Ringan dan Awet
Kehadiran Vivo TWS 5i memperlihatkan strategi Vivo yang tidak hanya fokus pada ponsel, tetapi juga ekosistem pendukung seperti earbud nirkabel. Perangkat ini ditempatkan sebagai TWS dengan harga bersahabat, namun tetap membawa fitur yang cukup lengkap untuk kebutuhan mendengar musik, menonton video, bermain gim, mengikuti rapat daring, hingga menerima panggilan di tempat ramai.
Vivo TWS 5i hadir dengan desain in ear yang ringkas. Setiap earbud memiliki bobot sekitar 4,2 gram, sementara bobot total bersama casing berada di kisaran 42 gram. Angka tersebut membuatnya tergolong ringan untuk penggunaan dalam waktu lama, terutama bagi pengguna yang sering memakai earbud saat bekerja, bepergian, belajar, atau berolahraga ringan.
Harga Terjangkau Jadi Senjata Pembuka
Vivo membanderol TWS 5i di China dengan harga CNY 119. Pada kelas harga tersebut, Vivo tampak ingin menarik pengguna yang mencari earbud harian tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Pilihan warna yang tersedia mencakup White Space, Ink Black, dan Sky Blue, sehingga pengguna bisa memilih tampilan yang lebih sesuai dengan gaya pemakaian masing masing.
Ketersediaannya untuk saat ini dilaporkan berada di pasar China melalui kanal resmi Vivo. Belum ada keterangan resmi mengenai jadwal pemasaran global atau kehadirannya di Indonesia. Meski begitu, spesifikasi yang dibawa membuat perangkat ini menarik untuk dipantau, terutama karena pasar TWS murah di Indonesia cukup besar dan sangat kompetitif.
Baterai 50 Jam Menjadi Nilai Jual Paling Menonjol
Daya tahan baterai menjadi salah satu bagian yang paling banyak disorot dari Vivo TWS 5i. Vivo mengklaim earbud ini mampu bertahan hingga 11,5 jam untuk pemutaran musik dalam sekali pengisian. Jika digabungkan dengan casing pengisi daya, total pemakaian dapat mencapai 50 jam.
Angka 50 jam membuat Vivo TWS 5i terlihat kuat untuk pengguna yang sering bepergian. Dalam pemakaian normal, pengguna tidak perlu terlalu sering mengisi ulang casing. Earbud seperti ini cocok untuk orang yang membutuhkan perangkat audio cadangan sepanjang hari, baik untuk perjalanan kantor, aktivitas kampus, kerja jarak jauh, maupun hiburan di sela kegiatan.
Pengisian Singkat untuk Pemakaian Cepat
Vivo TWS 5i juga mendukung pengisian cepat. Berdasarkan laporan spesifikasi, pengisian selama 10 menit dapat memberikan waktu dengar hingga sekitar 4 jam 5 menit. Fitur ini penting bagi pengguna yang sering lupa mengisi daya perangkat sebelum keluar rumah.
Dengan pola penggunaan harian, pengisian singkat seperti ini bisa sangat membantu. Pengguna dapat mengisi perangkat sebentar sebelum rapat, sebelum perjalanan, atau saat sedang bersiap berangkat. Casing yang memakai port Type C juga membuat proses pengisian lebih mudah karena banyak perangkat modern sudah memakai konektor serupa.
AI Peredam Bising Fokus untuk Panggilan, Bukan ANC
Salah satu hal penting yang perlu dipahami adalah fitur peredam bising pada Vivo TWS 5i berbasis AI untuk panggilan. Perangkat ini tidak membawa active noise cancellation atau ANC. Artinya, earbud tidak secara aktif meredam suara sekitar ketika pengguna mendengarkan musik seperti pada TWS kelas lebih mahal.
Fitur AI pada Vivo TWS 5i lebih diarahkan untuk meningkatkan kejernihan suara saat pengguna melakukan panggilan. Sistem tersebut bekerja untuk membantu mengurangi gangguan suara sekitar dan suara angin agar suara pengguna terdengar lebih jelas oleh lawan bicara. Bagi pengguna yang sering menerima telepon di luar ruangan, fitur seperti ini tetap memiliki nilai penting.
Reduksi Suara Angin untuk Aktivitas Luar Ruangan
Selain AI call noise reduction, Vivo TWS 5i juga membawa dukungan pengurangan suara angin. Fitur ini berguna ketika pengguna melakukan panggilan sambil berjalan, berada di area terbuka, atau berada di dekat lalu lintas.
Namun, pengguna tetap perlu memahami batasannya. Earbud terjangkau tidak selalu bisa menghilangkan suara bising secara menyeluruh. Fitur AI dapat membantu menjaga vokal lebih terdengar, tetapi kualitas akhir panggilan tetap dipengaruhi kondisi sekitar, kekuatan sinyal, posisi mikrofon, dan perangkat yang terhubung.
Kualitas Audio Mengandalkan Driver 10 mm dan DeepX 3.0
Untuk urusan suara, Vivo TWS 5i memakai driver dinamis 10 mm dengan diafragma PU dan PEEK polymer. Kombinasi ini diklaim dapat menghasilkan suara dengan bass yang lebih terasa, vokal yang jelas, dan detail nada tinggi yang tetap dijaga. Earbud ini juga mendapat sentuhan penyetelan dari tim Golden Ear Acoustics Vivo.
Dukungan DeepX 3.0 menjadi bagian lain yang ditonjolkan. Sistem ini menyediakan pengaturan suara yang dirancang untuk memberi karakter audio berbeda. Pengguna dapat menyesuaikan pengalaman mendengar sesuai jenis konten, mulai dari musik, video, hingga hiburan lain.
Audio Spasial untuk Sensasi Mendengar Lebih Luas
Vivo TWS 5i juga mendukung audio spasial. Fitur ini dapat memberi kesan ruang suara yang lebih luas ketika pengguna menikmati konten tertentu. Pada kelas harga terjangkau, dukungan audio spasial menjadi tambahan menarik karena biasanya fitur semacam ini lebih sering ditemukan pada perangkat audio dengan harga lebih tinggi.
Selain itu, earbud ini mendukung codec AAC, SBC, dan LC3. Dukungan codec tersebut membantu perangkat menyesuaikan kualitas suara dan efisiensi koneksi sesuai perangkat yang digunakan. Bagi pengguna ponsel Vivo atau iQOO yang kompatibel, sejumlah fitur tambahan berbasis BlueOS juga bisa dimanfaatkan.
Bluetooth 5.4 dan Koneksi Dua Perangkat
Vivo TWS 5i menggunakan Bluetooth 5.4 untuk konektivitas. Versi Bluetooth ini memberikan koneksi yang lebih stabil untuk kebutuhan audio harian. Pengguna juga mendapatkan dukungan koneksi dua perangkat, sehingga earbud dapat terhubung ke dua perangkat secara bersamaan.
Fitur koneksi dua perangkat terasa berguna untuk pengguna yang memakai ponsel dan laptop dalam satu waktu. Misalnya, pengguna sedang mendengarkan musik dari laptop, lalu menerima panggilan dari ponsel. Dengan dukungan tersebut, perpindahan penggunaan dapat dilakukan lebih mudah tanpa harus memutus dan menyambungkan ulang secara manual berkali kali.
BlueOS Bawa Fitur Tambahan untuk Perangkat Kompatibel
Vivo TWS 5i juga disebut membawa fitur berbasis BlueOS, seperti pemasangan cepat, pelacakan earbud, terjemahan waktu nyata, animasi pop up yang dapat disesuaikan, dan pengumuman suara berbasis AI pada perangkat yang mendukung.
Fitur seperti ini memperkuat posisi Vivo TWS 5i sebagai bagian dari ekosistem Vivo. Pengguna ponsel Vivo dan iQOO kemungkinan akan mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap dibanding pengguna perangkat dari merek lain, terutama untuk fitur integrasi cepat dan pengaturan khusus.
Mode Gim 42 ms untuk Pengguna yang Suka Bermain
Vivo TWS 5i membawa mode latensi rendah hingga 42 ms. Fitur ini diarahkan untuk bermain gim, terutama saat pengguna membutuhkan sinkronisasi suara dan visual yang lebih cepat.
Latensi rendah menjadi faktor penting untuk gim kompetitif, video pendek, dan konten interaktif. Meski tidak selalu menyamai headset kabel, mode ini membantu mengurangi jeda suara yang kerap terasa pada earbud nirkabel biasa. Vivo menyebut kemampuan penuh mode ini dapat bergantung pada perangkat Vivo dan iQOO yang kompatibel.
Cocok untuk Hiburan Harian
Dengan kombinasi audio spasial, DeepX 3.0, dan mode latensi rendah, Vivo TWS 5i tidak hanya diarahkan untuk mendengarkan musik. Perangkat ini juga bisa dipakai untuk menonton film, mengikuti kelas daring, membuat panggilan video, hingga bermain gim ringan.
Pada kelas harga ekonomis, perpaduan fitur tersebut membuat Vivo TWS 5i terlihat cukup lengkap. Pengguna tidak mendapatkan ANC, tetapi mendapatkan baterai besar, koneksi stabil, mode gim, dan AI untuk panggilan.
Sertifikasi IP54 untuk Debu dan Percikan Air
Vivo TWS 5i membawa sertifikasi IP54. Sertifikasi ini menunjukkan perangkat memiliki ketahanan terhadap debu dan percikan air dalam batas tertentu. Dengan demikian, earbud masih aman digunakan saat berkeringat atau terkena percikan ringan.
Meski begitu, IP54 bukan berarti perangkat boleh direndam air. Pengguna tetap perlu berhati hati ketika memakai earbud di tengah hujan deras, saat berenang, atau ketika membersihkannya dengan air berlebih. Untuk pemakaian harian seperti olahraga ringan, berjalan di luar ruangan, atau perjalanan kantor, sertifikasi ini sudah cukup membantu.
Dimensi Ringkas untuk Mobilitas
Dimensi earbud Vivo TWS 5i tercatat 31,4 x 21,9 x 23,2 mm, sedangkan casing pengisi dayanya berukuran 63 x 47,8 x 28,1 mm. Ukuran tersebut membuatnya mudah disimpan di tas kecil, saku, atau pouch aksesori.
Bagi pengguna yang terbiasa membawa banyak perangkat, ukuran casing menjadi salah satu pertimbangan penting. Casing yang terlalu besar sering menyulitkan mobilitas. Vivo tampaknya menjaga TWS 5i tetap ringkas agar sesuai dengan karakter perangkat harian yang mudah dibawa.
Tabel Spesifikasi Vivo TWS 5i
Informasi spesifikasi berikut merangkum fitur utama yang sudah dilaporkan dari peluncuran Vivo TWS 5i di China. Beberapa fitur tertentu dapat bergantung pada perangkat yang digunakan dan wilayah pemasaran.
| Spesifikasi | Vivo TWS 5i |
|---|---|
| Jenis perangkat | True wireless stereo |
| Driver | Dinamis 10 mm |
| Diafragma | PU dan PEEK polymer |
| Tuning audio | DeepX 3.0, Golden Ear Acoustics Vivo |
| Audio tambahan | Audio spasial |
| Codec | AAC, SBC, LC3 |
| Peredam bising | AI call noise reduction dan reduksi suara angin |
| ANC | Tidak tersedia |
| Bluetooth | 5.4 |
| Koneksi perangkat | Dua perangkat sekaligus |
| Mode gim | Latensi rendah hingga 42 ms |
| Baterai earbud | Hingga 11,5 jam |
| Total baterai dengan casing | Hingga 50 jam |
| Pengisian cepat | 10 menit untuk sekitar 4 jam 5 menit pemakaian |
| Ketahanan | IP54 |
| Bobot earbud | Sekitar 4,2 gram per unit |
| Bobot total dengan casing | Sekitar 42 gram |
| Warna | White Space, Ink Black, Sky Blue |
| Harga China | CNY 119 |
Posisi Vivo TWS 5i di Pasar Earbud Terjangkau
Vivo TWS 5i hadir di tengah pasar earbud murah yang sangat padat. Banyak merek kini menawarkan TWS dengan baterai panjang, mode gim, dan desain ringan. Namun, Vivo mencoba memberi pembeda melalui kombinasi baterai 50 jam, DeepX 3.0, audio spasial, Bluetooth 5.4, dan fitur AI untuk panggilan.
Perangkat ini tampak menyasar pengguna yang tidak terlalu mengejar ANC, tetapi membutuhkan earbud yang tahan lama, ringan, dan nyaman dipakai sepanjang hari. Segmen ini cukup besar, terutama bagi pelajar, pekerja muda, pengguna transportasi umum, serta pembeli pertama TWS.
Bukan untuk Pemburu ANC, Lebih Cocok untuk Pengguna Harian
Karena tidak memiliki ANC, Vivo TWS 5i bukan pilihan utama bagi pengguna yang ingin meredam suara kabin pesawat, keramaian kafe, atau suara kendaraan secara aktif. Perangkat ini lebih cocok untuk mereka yang mencari earbud terjangkau dengan baterai panjang dan panggilan yang lebih jernih.
Fitur AI call noise reduction menjadi nilai tambah, tetapi pengguna perlu membedakan antara peredam bising untuk panggilan dan ANC untuk mendengar musik. Perbedaan ini penting agar pembeli tidak salah menilai kemampuan perangkat.
Peluang Masuk Indonesia dan Daya Tarik untuk Konsumen Lokal
Belum ada informasi resmi mengenai peluncuran Vivo TWS 5i di Indonesia. Namun, jika perangkat ini masuk dengan harga kompetitif, peluangnya cukup terbuka. Pasar TWS di Indonesia terus berkembang karena pengguna ponsel semakin terbiasa memakai aksesori nirkabel untuk komunikasi dan hiburan.
Vivo sendiri memiliki basis pengguna ponsel yang luas di Indonesia. Jika TWS 5i dipasarkan sebagai aksesori pendamping ponsel Vivo, perangkat ini bisa menarik perhatian konsumen yang ingin pengalaman koneksi lebih mudah dan fitur ekosistem yang lebih menyatu.
Harga Akan Menjadi Faktor Penentu
Di China, harga CNY 119 membuat Vivo TWS 5i tampak sangat menarik. Namun, harga di negara lain biasanya dapat berubah karena pajak, distribusi, strategi pemasaran, dan biaya lainnya. Jika masuk Indonesia dengan harga yang tetap bersaing, perangkat ini berpotensi menjadi pilihan menarik di kelas TWS murah.
Konsumen lokal biasanya mempertimbangkan tiga hal utama saat membeli earbud terjangkau, yaitu baterai, kualitas mikrofon, dan kenyamanan. Vivo TWS 5i membawa ketiganya sebagai poin utama, dengan tambahan koneksi dua perangkat dan mode gim yang membuatnya lebih fleksibel untuk pemakaian sehari hari.
Catatan Penting Sebelum Membeli Vivo TWS 5i
Vivo TWS 5i menawarkan banyak fitur menarik, tetapi calon pembeli tetap perlu melihat kebutuhan masing masing. Jika prioritas utama adalah ANC, perangkat ini belum memenuhi kebutuhan tersebut. Jika yang dicari adalah baterai panjang, panggilan yang lebih jelas, koneksi stabil, dan harga ekonomis, Vivo TWS 5i terlihat lebih sesuai.
Pengguna ponsel Vivo atau iQOO juga berpotensi mendapatkan pengalaman yang lebih lengkap berkat fitur BlueOS. Sementara pengguna merek lain masih bisa memakai fungsi dasar seperti mendengar musik, menerima panggilan, dan koneksi Bluetooth, tetapi beberapa fitur khusus bisa saja tidak tersedia penuh.
Siapa yang Paling Cocok Memakai Vivo TWS 5i
Vivo TWS 5i cocok untuk pengguna yang mengutamakan baterai panjang dan perangkat ringan. Earbud ini juga menarik bagi pengguna yang sering menerima panggilan, mengikuti rapat daring, atau bermain gim kasual dengan ponsel. Dukungan IP54 membuatnya cukup aman untuk aktivitas harian yang melibatkan keringat atau percikan ringan.
Dengan harga terjangkau, Vivo TWS 5i memperlihatkan bahwa TWS murah kini tidak lagi hanya mengandalkan fungsi dasar. Perangkat seperti ini sudah mulai membawa fitur yang lebih lengkap, mulai dari koneksi dua perangkat, audio spasial, codec modern, mode gim, sampai pengolahan suara berbasis AI untuk komunikasi.



















