OpenAI Siapkan Chip untuk Ponsel AI, Ambisi Baru di Luar ChatGPT

Teknologi6 Views

OpenAI Siapkan Chip untuk Ponsel AI, Ambisi Baru di Luar ChatGPT OpenAI kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa perusahaan pembuat ChatGPT itu mulai bergerak lebih jauh ke dunia perangkat keras. Tidak hanya mengembangkan model AI, OpenAI kini disebut menjajaki pembuatan chip khusus untuk perangkat mobile yang berpusat pada kecerdasan buatan. Isu ini langsung menarik perhatian karena perangkat yang disebut sebut bukan sekadar ponsel biasa, melainkan perangkat AI yang dapat mengandalkan agen pintar untuk menjalankan banyak tugas pengguna.

Laporan terbaru menyebut OpenAI bekerja sama dengan Qualcomm dan MediaTek untuk mengembangkan prosesor smartphone berbasis AI. Analis rantai pasok Ming Chi Kuo menyebut produksi massal perangkat tersebut ditargetkan pada 2028, dengan Luxshare sebagai mitra desain sistem dan manufaktur eksklusif. Namun, kerja sama ini belum dikonfirmasi langsung oleh OpenAI, Qualcomm, maupun MediaTek.

OpenAI Mulai Serius Masuk Dunia Perangkat

Selama ini OpenAI dikenal melalui ChatGPT, model bahasa besar, layanan API, dan produk AI untuk pengguna umum serta perusahaan. Namun, arah perusahaan mulai berubah setelah masuk ke ranah perangkat keras. Langkah tersebut makin terlihat setelah OpenAI mengakuisisi io Products, startup perangkat AI milik mantan desainer Apple, Jony Ive.

OpenAI menyatakan tim io Products resmi bergabung dengan perusahaan pada Juli 2025, sementara Jony Ive dan LoveFrom tetap independen tetapi mengambil tanggung jawab desain dan kreatif yang mendalam di OpenAI. Pernyataan resmi itu memperlihatkan bahwa OpenAI tidak hanya ingin membuat software, tetapi juga membangun pengalaman AI melalui perangkat fisik.

Kabar chip untuk ponsel AI membuat arah tersebut semakin jelas. Jika sebelumnya publik bertanya bentuk perangkat AI OpenAI akan seperti apa, kini rumor terbaru mulai mengarah pada kemungkinan perangkat mobile yang lebih dekat dengan ponsel.

Ponsel AI Disebut Mengandalkan Agen, Bukan Aplikasi Biasa

Salah satu bagian paling menarik dari rumor ini adalah gagasan bahwa ponsel AI OpenAI tidak akan sepenuhnya mengikuti pola smartphone saat ini. Perangkat tersebut disebut dapat mengandalkan agen AI sebagai pusat interaksi, bukan hanya deretan aplikasi yang harus dibuka satu per satu.

Dalam pola smartphone sekarang, pengguna membuka aplikasi pesan, kalender, peta, catatan, kamera, belanja, dan email secara terpisah. Pada perangkat AI, agen pintar dapat menjadi penghubung utama. Pengguna cukup memberi instruksi, lalu sistem mengurus tugas lintas aplikasi atau layanan.

TechCrunch melaporkan bahwa perangkat yang dirumorkan dapat memosisikan agen AI sebagai pengganti banyak fungsi aplikasi. Namun, rincian teknisnya masih belum jelas, termasuk bagaimana sistem operasi, toko aplikasi, keamanan data, dan pengalaman pengguna akan dirancang.

Chip Khusus Jadi Kunci Ambisi Perangkat AI

Jika OpenAI benar membuat perangkat AI, chip menjadi bagian yang sangat penting. Perangkat berbasis AI membutuhkan kemampuan komputasi yang tinggi, tetapi tetap harus hemat daya agar bisa dipakai seharian. Di sinilah kolaborasi dengan pembuat chip seperti Qualcomm dan MediaTek menjadi menarik.

Laporan Reuters menyebut Qualcomm dan MediaTek disebut terlibat dalam pengembangan prosesor smartphone untuk perangkat AI OpenAI. Kabar tersebut bahkan sempat membuat saham Qualcomm melonjak tajam karena pasar melihat potensi besar dari kerja sama tersebut.

Chip khusus dapat membantu perangkat menjalankan sebagian tugas AI langsung di perangkat, bukan selalu bergantung pada server. Ini penting untuk kecepatan respons, privasi, dan penggunaan saat koneksi internet tidak stabil. Namun, beban AI yang lebih berat kemungkinan tetap akan memakai komputasi cloud.

MediaTek dan Qualcomm Bisa Punya Peran Berbeda

Kehadiran dua nama besar, Qualcomm dan MediaTek, memunculkan banyak spekulasi. Qualcomm dikenal kuat di pasar smartphone premium melalui Snapdragon. MediaTek memiliki posisi besar di berbagai kelas perangkat Android dan makin agresif di chip AI mobile.

Menurut laporan yang beredar, spesifikasi chip dan pemasok tambahan kemungkinan baru difinalisasi pada akhir 2026 atau kuartal pertama 2027. Produksi massal perangkat disebut diarahkan ke 2028.

Artinya, proyek ini masih berada pada tahap awal. Banyak hal dapat berubah sebelum perangkat benar benar masuk produksi. OpenAI bisa saja memakai satu mitra utama, membagi segmen chip, atau merancang solusi yang berbeda dari smartphone Android biasa.

Luxshare Disebut Jadi Mitra Manufaktur

Nama Luxshare ikut muncul dalam laporan karena disebut menjadi mitra eksklusif desain sistem dan manufaktur. Luxshare bukan pemain kecil. Perusahaan asal China ini dikenal sebagai salah satu pemasok besar Apple dan memiliki pengalaman memproduksi perangkat elektronik dalam skala besar.

Jika Luxshare benar terlibat, OpenAI akan mendapat mitra yang memahami manufaktur perangkat konsumen dengan kualitas tinggi. Ini penting karena membuat perangkat tidak sama dengan membuat aplikasi. Perangkat membutuhkan desain industri, rantai pasok, uji kualitas, baterai, layar, kamera, antena, dan layanan purna jual.

Reuters menyebut Luxshare direncanakan sebagai mitra eksklusif desain sistem dan manufaktur untuk perangkat yang ditargetkan produksi massal pada 2028.

Bukan Pertama Kali OpenAI Bicara Chip Sendiri

Ambisi chip OpenAI tidak muncul tiba tiba. Pada Oktober 2025, OpenAI dan Broadcom mengumumkan kolaborasi strategis untuk 10 gigawatt akselerator AI khusus. OpenAI menyatakan akan merancang akselerator dan sistem tersebut, lalu dikembangkan dan diterapkan bersama Broadcom.

Kolaborasi dengan Broadcom lebih diarahkan ke pusat data dan klaster AI generasi berikutnya, bukan ponsel. Namun, langkah itu memperlihatkan pola yang sama. OpenAI ingin mengurangi ketergantungan pada perangkat keras pihak lain dan menyesuaikan chip dengan kebutuhan model AI buatannya.

Jika pola ini dibawa ke perangkat mobile, OpenAI dapat merancang chip yang lebih cocok untuk agen AI, pemrosesan suara, kamera, privasi data, dan interaksi real time.

Bedanya Chip Data Center dan Chip Ponsel AI

Chip untuk pusat data dan chip untuk ponsel memiliki kebutuhan yang sangat berbeda. Akselerator AI pusat data mengejar performa besar untuk melatih dan menjalankan model skala raksasa. Konsumsi dayanya tinggi, pendinginannya besar, dan dipakai di server khusus.

Chip ponsel AI harus jauh lebih hemat daya. Ukurannya kecil, panasnya harus terkendali, dan harus bekerja dengan baterai terbatas. Selain itu, chip ponsel juga harus mengurus kamera, layar, konektivitas, audio, keamanan biometrik, dan sistem operasi.

Karena itu, kerja sama OpenAI dengan Qualcomm dan MediaTek, jika benar terjadi, masuk akal. Dua perusahaan tersebut punya pengalaman panjang dalam membuat chip mobile yang seimbang antara performa, konektivitas, dan daya tahan baterai.

Ponsel AI Bisa Mengubah Cara Pengguna Berinteraksi

Perangkat AI OpenAI disebut berpotensi mengubah pola interaksi pengguna. Jika agen AI menjadi pusat kendali, pengguna tidak perlu selalu mengetuk banyak menu. Cukup berbicara, mengetik instruksi, atau memberi perintah multimodal melalui suara dan kamera.

Misalnya, pengguna dapat meminta perangkat menyusun jadwal perjalanan, memesan transportasi, merangkum pesan, mengatur foto, mencari dokumen, atau membuat daftar belanja. Ponsel tidak hanya menampilkan aplikasi, tetapi membantu menyelesaikan tugas.

Namun, konsep ini membawa tantangan besar. Sistem harus memahami instruksi dengan akurat, menjaga privasi, tidak salah mengambil keputusan, dan tetap memberi kendali kepada pengguna. Kesalahan kecil pada perangkat personal dapat menimbulkan masalah nyata.

Tantangan Privasi Akan Sangat Besar

Ponsel AI akan memproses banyak data pribadi. Pesan, lokasi, suara, foto, jadwal, kontak, catatan, dan kebiasaan pengguna dapat menjadi bahan kerja agen AI. Semakin pintar perangkat, semakin besar pula kebutuhan perlindungan data.

OpenAI harus meyakinkan pengguna bahwa data pribadi tidak dipakai sembarangan. Jika perangkat menjalankan pemrosesan AI di chip lokal, sebagian risiko dapat dikurangi karena data tidak selalu dikirim ke server. Namun, tugas berat tetap mungkin membutuhkan cloud.

Pengguna juga perlu mendapat pilihan jelas. Data apa yang diproses di perangkat, data apa yang dikirim ke server, berapa lama disimpan, dan siapa yang bisa mengaksesnya. Tanpa jawaban yang kuat, ponsel AI dapat sulit dipercaya.

Pasar Smartphone Sudah Sangat Ketat

Jika OpenAI benar membuat ponsel, mereka akan masuk ke pasar yang sangat sulit. Apple dan Samsung mendominasi kelas premium. Di sisi lain, produsen China seperti Xiaomi, Oppo, Vivo, Honor, dan Huawei bergerak cepat dengan harga agresif.

Reuters mencatat Apple dan Samsung bersama sama menguasai sekitar 40 persen pasar smartphone global. Jika OpenAI masuk, perusahaan itu harus bersaing dengan merek yang sudah punya jaringan distribusi, layanan servis, toko aplikasi, loyalitas pengguna, dan pengalaman manufaktur puluhan tahun.

OpenAI tidak bisa hanya mengandalkan nama ChatGPT. Perangkatnya harus nyaman dipakai, baterainya kuat, kameranya layak, harganya masuk akal, dan ekosistemnya jelas.

Jony Ive Jadi Nama yang Membuat Publik Penasaran

Keterlibatan Jony Ive membuat rumor perangkat OpenAI semakin ramai. Ive dikenal sebagai salah satu sosok penting di balik desain iMac, iPod, iPhone, iPad, dan Apple Watch. Karena itu, ketika ia bekerja dekat dengan OpenAI, publik langsung membayangkan perangkat baru yang dapat menjadi ikon.

OpenAI sendiri sudah menyatakan Jony Ive dan LoveFrom mengambil tanggung jawab desain dan kreatif yang mendalam di perusahaan.

Namun, Sam Altman sebelumnya disebut pernah menyampaikan bahwa perangkat yang dibuat bersama Jony Ive bukan ponsel. Laporan lain juga menggambarkan perangkat itu sebagai kategori baru, bukan smartphone tradisional. Karena itu, rumor ponsel AI masih perlu dibaca hati hati.

Bisa Jadi Perangkat Bukan Ponsel Biasa

Ada kemungkinan perangkat OpenAI tidak berbentuk smartphone seperti yang dikenal sekarang. Reuters pernah melaporkan OpenAI mengembangkan perangkat AI, termasuk kemungkinan smart speaker, kacamata, perekam digital, dan pin yang dapat dikenakan. Laporan itu menyebut OpenAI masuk ke industri perangkat keras setelah akuisisi io Products senilai 6,5 miliar dollar AS.

Artinya, istilah “ponsel AI” bisa saja menjadi penyederhanaan publik. Perangkat final mungkin bukan ponsel penuh, melainkan alat pendamping yang berada di antara smartphone, asisten pribadi, dan perangkat wearable.

Jika begitu, chip mobile tetap relevan karena perangkat kecil membutuhkan prosesor hemat daya, konektivitas seluler, pemrosesan suara, kamera, dan AI lokal.

Pengalaman Humane AI Pin Jadi Pelajaran

Pasar perangkat AI mandiri belum terbukti mudah. Humane AI Pin, perangkat AI yang pernah ramai dibicarakan, mendapat banyak kritik karena harga, performa, daya tahan baterai, dan kegunaan harian yang belum kuat. Pengalaman itu menjadi pelajaran bagi semua pemain baru, termasuk OpenAI.

Pengguna tidak membeli perangkat hanya karena AI. Mereka membutuhkan alasan jelas untuk membawanya setiap hari. Perangkat harus menyelesaikan masalah yang benar benar terasa, bukan hanya menawarkan konsep futuristik.

OpenAI punya keunggulan besar dari sisi model AI dan popularitas ChatGPT. Namun, perangkat keras membutuhkan disiplin berbeda. Produk harus kuat, mudah dipakai, tahan lama, dan punya dukungan layanan yang rapi.

Tabel Ringkas Ambisi Chip dan Ponsel AI OpenAI

BagianKeterangan
Perusahaan utamaOpenAI
Proyek yang dirumorkanPonsel atau perangkat AI berbasis agen
Mitra chip yang disebutQualcomm dan MediaTek
Mitra manufaktur yang disebutLuxshare
Target produksi massal2028 menurut laporan analis
Status resmiBelum dikonfirmasi OpenAI, Qualcomm, atau MediaTek
Chip pusat dataOpenAI bekerja sama dengan Broadcom untuk akselerator AI
Tokoh desainJony Ive dan LoveFrom terlibat dalam desain kreatif OpenAI
Fokus perangkatAI personal, agen pintar, dan pengalaman mobile baru

Kenapa OpenAI Butuh Chip Sendiri

Ada beberapa alasan OpenAI perlu bergerak ke chip. Pertama, biaya komputasi AI sangat besar. Dengan chip yang dirancang sesuai kebutuhan modelnya, OpenAI dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada pemasok tertentu.

Kedua, produk AI membutuhkan integrasi erat antara software dan hardware. Apple membuktikan bahwa kontrol atas chip, sistem operasi, dan perangkat dapat menghasilkan pengalaman yang lebih halus. OpenAI tampaknya ingin mengejar pola serupa untuk AI.

Ketiga, perangkat AI personal membutuhkan chip yang memahami beban kerja khusus. Pemrosesan suara, pengenalan gambar, memori lokal, keamanan, dan respons cepat akan lebih baik jika perangkat kerasnya disesuaikan sejak awal.

Qualcomm Mendapat Sorotan Investor

Kabar keterlibatan Qualcomm langsung memengaruhi pasar. Reuters melaporkan saham Qualcomm melonjak 13 persen pada perdagangan premarket setelah laporan mengenai kerja sama dengan OpenAI dan MediaTek untuk prosesor smartphone AI.

Kenaikan itu menunjukkan investor melihat potensi besar dari ponsel AI. Qualcomm selama ini bergantung pada pasar smartphone, yang pertumbuhannya tidak selalu cepat. Jika perangkat AI membuka kategori baru, Qualcomm bisa mendapat peluang tambahan.

Namun, Business Insider mencatat saham Qualcomm sempat bergejolak karena laporan tersebut belum dikonfirmasi. Ini menunjukkan pasar masih memandang kabar tersebut sebagai peluang besar, tetapi juga penuh ketidakpastian.

OpenAI Harus Menjawab Masalah Aplikasi

Jika ponsel AI ingin menggantikan aplikasi biasa dengan agen, pertanyaan besarnya adalah kerja sama dengan layanan pihak ketiga. Pengguna tetap membutuhkan perbankan, transportasi, belanja, peta, musik, pesan, kamera, dan layanan lokal.

Agen AI tidak bisa bekerja sendiri tanpa akses aman ke layanan tersebut. OpenAI perlu membangun kemitraan, sistem izin, dan standar keamanan agar agen dapat melakukan tugas tanpa mengambil alih terlalu jauh.

Misalnya, jika pengguna meminta agen membeli tiket atau membayar tagihan, sistem harus memastikan transaksi benar, jumlahnya sesuai, dan pengguna memberi persetujuan akhir. Ini bukan pekerjaan mudah.

Tantangan Regulasi Tidak Kecil

Perangkat AI personal akan menarik perhatian regulator. Data pribadi, biometrik, lokasi, rekaman suara, kamera, dan transaksi digital termasuk area sensitif. Jika perangkat memiliki agen yang dapat bertindak atas nama pengguna, aturan tanggung jawab juga perlu jelas.

Kesalahan agen bisa menimbulkan kerugian. Misalnya salah mengirim pesan, salah membeli barang, salah menjadwalkan pertemuan, atau salah membaca instruksi. OpenAI harus membuat sistem konfirmasi yang aman dan mudah dipahami.

Regulator di Amerika Serikat, Eropa, China, dan negara lain kemungkinan akan mengawasi perangkat seperti ini dengan ketat. Perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan inovasi teknis.

Indonesia Bisa Menjadi Pasar Menarik

Jika ponsel AI OpenAI benar hadir secara global, Indonesia bisa menjadi pasar menarik. Pengguna internet besar, adopsi ponsel tinggi, dan minat terhadap aplikasi AI terus meningkat. Banyak pengguna sudah memakai ChatGPT untuk belajar, kerja, konten, bisnis kecil, dan hiburan.

Namun, perangkat khusus AI harus bersaing dengan smartphone Android yang harganya sangat beragam. Di Indonesia, harga menjadi faktor besar. Jika ponsel AI terlalu mahal, pasarnya akan terbatas.

OpenAI juga harus memperhatikan bahasa Indonesia, layanan lokal, pembayaran digital, aplikasi transportasi, dan kebutuhan pengguna di wilayah dengan kualitas internet berbeda beda.

Perangkat AI Harus Punya Alasan Dibeli

Tantangan terbesar bukan membuat perangkat pintar, tetapi membuat orang merasa perlu membelinya. Smartphone sudah sangat kuat. Pengguna bisa memasang ChatGPT di iPhone atau Android tanpa membeli perangkat baru.

Karena itu, ponsel AI OpenAI harus menawarkan sesuatu yang tidak bisa diberikan aplikasi biasa. Misalnya respons AI yang selalu aktif, privasi lokal lebih kuat, integrasi kamera dan suara yang lebih alami, atau pengalaman agen yang benar benar membantu.

Tanpa perbedaan jelas, pengguna mungkin lebih memilih tetap memakai ponsel lama dan aplikasi AI yang sudah ada.

OpenAI Berhadapan dengan Apple dan Google

Apple dan Google tidak akan diam. Apple sudah mengembangkan Apple Intelligence di perangkatnya. Google memiliki Gemini, Android, Pixel, dan ekosistem layanan yang sangat luas. Keduanya punya kendali langsung atas sistem operasi mobile.

OpenAI memiliki model AI kuat, tetapi tidak memiliki sistem operasi smartphone besar. Ini membuat kerja sama atau strategi platform menjadi sangat penting. OpenAI bisa membuat perangkat sendiri, tetapi perlu menghadapi ekosistem yang sudah matang.

Jika perangkat OpenAI memakai Android, ia tetap bergantung pada Google. Jika membuat sistem sendiri, tantangannya jauh lebih besar karena harus membangun aplikasi, keamanan, pengembang, dan layanan inti dari awal.

Tabel Perbandingan Ponsel AI OpenAI dengan Smartphone Saat Ini

AspekPonsel AI OpenAI yang dirumorkanSmartphone saat ini
Pusat interaksiAgen AIAplikasi dan asisten digital
ChipCustom bersama mitra chipSnapdragon, Apple Silicon, Dimensity, Exynos
StatusRumor, belum dikonfirmasiSudah matang dan luas
Target produksi2028 menurut laporanTersedia sekarang
Tantangan utamaEkosistem, privasi, harga, kepercayaanDiferensiasi AI dan inovasi fitur
Kekuatan utamaModel AI OpenAI dan desain Jony IveDistribusi, aplikasi, layanan, pengguna besar

Arah Baru Industri AI

Kabar chip dan ponsel AI OpenAI menunjukkan bahwa persaingan AI tidak lagi berhenti pada chatbot. Perusahaan teknologi mulai berebut ruang di perangkat fisik. Siapa yang menguasai perangkat, bisa mengatur cara pengguna berinteraksi dengan AI setiap hari.

OpenAI selama ini kuat di software. Dengan chip dan perangkat, perusahaan dapat membangun jalur langsung ke pengguna tanpa selalu bergantung pada ponsel Apple, Android, atau browser. Ini memberi peluang besar, tetapi juga risiko besar.

Perangkat keras membutuhkan modal besar, waktu panjang, dan kesabaran. Produk gagal bisa merugikan reputasi. Produk berhasil bisa membuka kategori baru.

Rumor Masih Perlu Ditunggu Kepastiannya

Meski laporan soal Qualcomm, MediaTek, dan Luxshare ramai, status proyek ini belum resmi. OpenAI belum mengumumkan ponsel AI, spesifikasi chip, desain perangkat, harga, atau jadwal peluncuran. Produksi massal 2028 juga masih berupa target dari laporan analis, bukan pernyataan perusahaan.

Yang sudah lebih pasti adalah OpenAI memang bergerak ke perangkat keras. Akuisisi io Products, keterlibatan Jony Ive, dan kolaborasi Broadcom untuk akselerator AI menunjukkan arah itu secara jelas.

Jika rumor ponsel AI terbukti benar, OpenAI akan memasuki salah satu pasar paling sulit di dunia teknologi. Jika tidak, kabar ini tetap memperlihatkan ambisi yang lebih besar, yaitu membawa AI keluar dari layar chatbot dan masuk ke perangkat yang menemani aktivitas harian pengguna.