Pasar Smartphone Terancam Turun Hampir 15 Persen, Harga HP Ikut Naik

Teknologi7 Views

Pasar Smartphone Terancam Turun Hampir 15 Persen, Harga HP Ikut Naik Pasar smartphone global sedang menghadapi salah satu periode paling berat dalam sejarah industri perangkat bergerak. Pengiriman telepon pintar sepanjang 2026 diperkirakan turun hampir 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini berpotensi membawa volume pasar ke tingkat terendah dalam lebih dari satu dekade.

Lembaga riset teknologi memperkirakan pengiriman global hanya berada di sekitar 1,08 miliar sampai 1,09 miliar unit. Angka tersebut menunjukkan penurunan sekitar 13,9 persen secara tahunan. Dalam pemberitaan umum, proyeksi itu kerap dibulatkan menjadi sekitar 14 persen atau mendekati 15 persen.

Persoalan utama bukan sekadar minat konsumen yang melemah. Industri juga menghadapi kelangkaan komponen memori, kenaikan biaya produksi, perubahan prioritas pabrik semikonduktor, serta ketidakpastian perdagangan global.

Produsen harus memilih antara menaikkan harga, mengurangi spesifikasi, menekan keuntungan, atau memangkas jumlah perangkat yang diproduksi. Konsumen pun diperkirakan menunda pembelian dan memakai telepon lama lebih lama.

Penurunan Terbesar dalam Sejarah Pasar Smartphone

Proyeksi kontraksi 13,9 persen membuat 2026 berpotensi menjadi tahun dengan penurunan pengiriman smartphone paling tajam yang pernah tercatat.

Volume sekitar 1,09 miliar unit menjadi angka terendah sejak 2013. Industri yang sebelumnya mengalami pemulihan bertahap setelah gangguan rantai pasok kembali harus menghadapi tekanan besar.

Pada awalnya, sejumlah lembaga memperkirakan penurunan yang jauh lebih ringan. Counterpoint pada Desember 2025 masih memperkirakan pengiriman turun sekitar 2,1 persen. IDC juga pernah memperkirakan penurunan kurang dari satu persen.

Perkiraan itu kemudian direvisi beberapa kali seiring memburuknya pasokan memori. Harga DRAM dan NAND meningkat lebih cepat daripada perkiraan sebelumnya.

Produsen yang semula menyiapkan strategi pertumbuhan harus mengubah rencana produksi. Pemesanan komponen dikurangi, peluncuran beberapa model ditinjau ulang, dan persediaan di toko dijaga agar tidak menumpuk.

Krisis Memori Menjadi Penyebab Utama

Smartphone membutuhkan berbagai jenis memori untuk menjalankan sistem, menyimpan aplikasi, mengambil foto, serta mendukung fitur kecerdasan buatan.

DRAM digunakan sebagai memori kerja, sedangkan NAND digunakan sebagai ruang penyimpanan. Keduanya menjadi komponen penting yang tidak dapat dihilangkan dari sebuah telepon modern.

Masalah muncul ketika produsen memori mengalihkan sebagian kapasitasnya untuk memenuhi kebutuhan pusat data AI. Permintaan untuk memori berkecepatan tinggi meningkat sangat besar karena perusahaan teknologi berlomba membangun server kecerdasan buatan.

Satu pusat data membutuhkan memori dalam jumlah jauh lebih besar dibandingkan satu smartphone. Pabrik semikonduktor kemudian memprioritaskan produk yang menawarkan keuntungan lebih tinggi.

Akibatnya, pasokan untuk smartphone menyusut. Harga komponen yang tersisa naik dan produsen telepon harus membayar lebih mahal untuk jumlah yang lebih terbatas.

Ledakan Pusat Data AI Menyedot Kapasitas Pabrik

Pertumbuhan kecerdasan buatan membutuhkan server dengan kemampuan komputasi besar. Setiap server memakai prosesor canggih dan memori dalam jumlah tinggi.

Produsen memori melihat sektor ini sebagai peluang dengan keuntungan besar. Kapasitas produksi kemudian diarahkan menuju HBM dan memori server.

Perubahan tersebut membuat memori untuk smartphone kelas murah mendapat prioritas lebih rendah. Komponen yang sebelumnya tersedia dalam jumlah besar mulai sulit diperoleh.

Situasi ini memperlihatkan persaingan tidak langsung antara telepon konsumen dan pusat data. Keduanya membutuhkan bahan, pabrik, serta jalur produksi yang serupa.

Produsen telepon besar mungkin dapat mengamankan kontrak jangka panjang. Perusahaan kecil tidak selalu memiliki posisi tawar yang sama sehingga harus membeli dengan harga lebih tinggi.

Harga DRAM Diperkirakan Melonjak Tajam

Kenaikan harga DRAM menjadi salah satu tekanan terbesar. Biaya memori LPDDR yang digunakan pada smartphone diperkirakan meningkat beberapa kali lipat dibandingkan akhir 2025.

Kenaikan tersebut langsung masuk ke biaya pembuatan perangkat. Pada smartphone murah, harga memori mengambil porsi cukup besar dari keseluruhan biaya komponen.

Produsen kelas atas lebih mudah menambahkan sebagian biaya ke harga jual. Sebaliknya, merek yang bermain di segmen murah menghadapi pilihan sulit.

Jika harga dinaikkan, perangkat dapat keluar dari jangkauan pembeli. Jika harga dipertahankan, keuntungan perusahaan semakin tipis.

Pilihan lain adalah mengurangi kapasitas RAM atau penyimpanan. Telepon yang semula direncanakan membawa RAM 8 GB mungkin dijual dengan RAM 6 GB agar harga tetap terjangkau.

Telepon Murah Menanggung Tekanan Paling Berat

Segmen di bawah 200 dolar AS diperkirakan menjadi bagian yang paling terpukul. Pembeli pada kelompok ini sangat sensitif terhadap perubahan harga.

Kenaikan Rp200.000 hingga Rp500.000 dapat mengubah keputusan pembelian. Konsumen mungkin memilih model lama, perangkat bekas, atau menunda membeli sama sekali.

Produsen juga memiliki ruang keuntungan yang kecil pada segmen murah. Setiap kenaikan harga memori, layar, baterai, atau kamera langsung menekan keuntungan.

Merek yang bergantung pada penjualan volume besar dapat mengurangi jumlah model. Beberapa seri mungkin hanya dirilis di negara tertentu untuk menekan biaya distribusi.

Persaingan pada kelas satu jutaan hingga tiga jutaan rupiah diperkirakan semakin ketat. Tidak semua merek mampu menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga yang sama seperti tahun sebelumnya.

Tabel Perubahan Pasar Smartphone 2026

Berikut gambaran perkiraan kondisi pasar smartphone global pada 2026.

BagianPerkiraan 2026
Penurunan pengiriman globalSekitar 13,9 persen
Volume pengirimanSekitar 1,08 miliar hingga 1,09 miliar unit
Tingkat pengirimanTerendah sejak 2013
Penyebab utamaKelangkaan DRAM dan NAND
Segmen paling tertekanSmartphone di bawah 200 dolar AS
Harga jual rata rataDiperkirakan meningkat
Merek lebih kuatApple dan Samsung
Merek lebih rentanProdusen yang bergantung pada kelas murah
Perilaku konsumenMenunda penggantian perangkat
Strategi produsenMenaikkan harga atau mengurangi spesifikasi

Harga Jual Rata Rata Berpotensi Mencetak Rekor

Walaupun jumlah perangkat turun, nilai pasar belum tentu mengalami penurunan sebesar volume pengiriman.

Harga jual rata rata smartphone diperkirakan meningkat karena komponen lebih mahal dan produsen lebih fokus pada perangkat kelas menengah serta premium.

IDC memperkirakan harga jual rata rata dapat mencapai lebih dari 500 dolar AS. Kenaikan tersebut menjadi salah satu angka tertinggi dalam sejarah industri smartphone.

Hal ini menciptakan keadaan yang tidak biasa. Lebih sedikit telepon dikirim, tetapi setiap unit memiliki harga lebih tinggi.

Produsen yang memiliki pelanggan setia dan produk premium lebih mampu bertahan. Mereka dapat menjaga keuntungan meski jumlah perangkat yang dijual menurun.

Konsumen kelas menengah ke bawah menjadi pihak yang paling merasakan perubahan karena pilihan perangkat murah berkurang.

Apple dan Samsung Dinilai Lebih Tahan

Apple dan Samsung diperkirakan memiliki posisi yang lebih kuat dibandingkan banyak pesaing.

Kedua perusahaan memiliki skala produksi besar, jaringan pemasok luas, serta kemampuan membuat kontrak komponen dalam jumlah tinggi. Mereka juga memperoleh sebagian besar keuntungan dari perangkat kelas menengah dan premium.

Apple memiliki basis pengguna yang cenderung tetap membeli iPhone ketika membutuhkan penggantian. Ekosistem layanan dan perangkat lain juga membantu menjaga pelanggan.

Samsung memiliki jangkauan produk yang lebih luas, mulai dari kelas murah sampai ponsel lipat. Perusahaan tersebut juga terlibat langsung dalam produksi layar, memori, dan komponen lain.

Kendati demikian, kedua merek tidak sepenuhnya terbebas dari tekanan. Harga jual tetap dapat naik dan jumlah produksi kelas murah dapat disesuaikan.

Merek China Menghadapi Persaingan Lebih Berat

Produsen asal China seperti Xiaomi, Oppo, Vivo, Honor, Realme, dan Transsion memiliki kekuatan besar pada segmen harga terjangkau.

Strategi mereka selama ini mengandalkan spesifikasi tinggi dengan harga kompetitif. Kenaikan biaya memori membuat strategi tersebut semakin sulit dipertahankan.

Perusahaan harus memilih bagian yang akan dikurangi. Kamera tambahan, resolusi layar, kecepatan pengisian, kapasitas penyimpanan, atau bahan bodi dapat menjadi sasaran penghematan.

Sebagian merek mungkin menaikkan harga sambil menawarkan promosi pada periode tertentu. Cara ini menjaga harga resmi tetap tinggi, tetapi memberi potongan ketika dibutuhkan.

Merek dengan skala besar masih dapat bertahan melalui volume dan jaringan pemasok. Produsen kecil berisiko kehilangan ruang karena tidak mampu membeli komponen dengan harga yang kompetitif.

Spesifikasi Perangkat Bisa Mengalami Penurunan

Kenaikan biaya produksi tidak selalu langsung terlihat sebagai kenaikan harga. Produsen dapat mempertahankan harga melalui penyesuaian spesifikasi.

Perangkat generasi baru mungkin memakai kapasitas RAM lebih kecil, penyimpanan lebih rendah, atau layar dengan tingkat kecerahan yang tidak setinggi model sebelumnya.

Jumlah kamera juga dapat dikurangi. Sensor tambahan yang jarang digunakan bisa dihilangkan agar biaya lebih terkendali.

Bahan bodi dapat berubah dari logam menjadi plastik. Perlindungan air dan debu mungkin hanya tersedia pada model lebih mahal.

Konsumen perlu membandingkan spesifikasi secara teliti. Nama seri yang lebih baru belum tentu menawarkan peningkatan besar pada seluruh bagian.

“Ketika biaya komponen naik, harga yang terlihat tetap sama belum tentu berarti konsumen memperoleh nilai yang sama.”

Siklus Penggantian Smartphone Semakin Panjang

Kemampuan smartphone beberapa tahun terakhir sudah cukup tinggi untuk kebutuhan harian. Telepon berusia tiga sampai empat tahun masih mampu menjalankan pesan, media sosial, video, perbankan, dan navigasi.

Ketika harga perangkat baru naik, konsumen memiliki alasan lebih kuat untuk mempertahankan telepon lama.

Pembaruan sistem operasi yang lebih panjang juga mendukung kebiasaan tersebut. Sejumlah produsen kini memberi dukungan perangkat lunak selama lima sampai tujuh tahun.

Perbaikan baterai menjadi pilihan yang lebih murah daripada membeli perangkat baru. Penggantian layar dan port pengisian juga dapat memperpanjang usia pakai.

Produsen menghadapi tantangan karena pembeli tidak lagi merasa harus mengganti telepon setiap dua tahun.

Konsumen Mulai Memilih Perangkat Bekas

Pasar smartphone bekas dan rekondisi berpotensi mendapat perhatian lebih besar ketika harga perangkat baru naik.

Telepon premium berusia dua atau tiga tahun sering menawarkan kamera, layar, dan kemampuan yang masih cukup baik. Harganya dapat berada di bawah perangkat kelas menengah terbaru.

Konsumen tetap perlu memeriksa kesehatan baterai, kondisi layar, fungsi kamera, nomor identitas perangkat, dan riwayat perbaikan.

Perangkat rekondisi resmi memiliki keuntungan berupa pemeriksaan dan garansi. Namun, harganya biasanya lebih tinggi daripada barang bekas dari pengguna langsung.

Kenaikan permintaan barang bekas juga dapat mendorong harga naik. Selisih dengan perangkat baru perlu dibandingkan sebelum membeli.

Pasar Indonesia Bisa Ikut Merasakan Tekanan

Indonesia merupakan pasar smartphone besar dengan permintaan kuat pada kelas satu jutaan sampai lima jutaan rupiah.

Sebagian besar konsumen mencari perangkat dengan baterai besar, RAM tinggi, kamera cukup baik, dan penyimpanan luas. Kenaikan harga memori dapat mengubah susunan produk yang masuk ke pasar.

Merek mungkin mengurangi varian penyimpanan besar atau menaikkan harga peluncuran. Promosi yang sebelumnya agresif juga dapat berkurang.

Nilai tukar rupiah ikut menentukan harga. Jika rupiah melemah terhadap dolar AS, biaya impor komponen dan perangkat menjadi lebih tinggi.

Produsen yang memiliki fasilitas perakitan lokal tetap membutuhkan banyak komponen dari luar negeri. Perakitan di Indonesia tidak sepenuhnya melindungi harga dari perubahan global.

Aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri Ikut Diperhitungkan

Produsen yang menjual smartphone di Indonesia harus memenuhi ketentuan tingkat komponen dalam negeri sesuai kategori perangkat.

Pemenuhan aturan dapat dilakukan melalui manufaktur, pengembangan perangkat lunak, atau skema investasi tertentu.

Dalam keadaan biaya global meningkat, produsen perlu mengatur ulang perhitungan agar harga akhir tetap kompetitif.

Perakitan lokal dapat mengurangi sebagian biaya logistik dan memberi kemudahan distribusi. Namun, memori, chipset, sensor kamera, serta layar masih banyak bergantung pada jaringan internasional.

Kepastian aturan menjadi penting agar produsen dapat menyusun rencana produksi dan peluncuran dengan lebih baik.

Chipset Bukan Satu Satunya Komponen yang Mahal

Pembahasan smartphone sering berpusat pada chipset. Padahal, biaya perangkat juga berasal dari memori, layar, kamera, baterai, papan utama, dan sistem pendinginan.

Kenaikan harga satu komponen dapat memengaruhi pilihan komponen lain. Jika memori terlalu mahal, produsen harus menekan biaya pada kamera atau layar.

Baterai berkapasitas besar juga membutuhkan ruang dan sistem keamanan. Pengisian cepat memerlukan adaptor serta rangkaian yang mampu menangani daya tinggi.

Fitur kecerdasan buatan pada perangkat menuntut RAM lebih besar. Kondisi tersebut bertentangan dengan kebutuhan produsen untuk mengurangi biaya memori.

Perusahaan harus menyeimbangkan promosi fitur AI dengan kemampuan perangkat keras yang tetap terjangkau.

AI di Smartphone Membutuhkan Memori Lebih Besar

Fitur AI lokal mulai digunakan untuk penyuntingan foto, penerjemahan, rangkuman, pengenalan suara, serta pengelolaan aplikasi.

Pemrosesan langsung pada perangkat membutuhkan RAM dan penyimpanan yang memadai. Model AI juga memakai ruang cukup besar ketika disimpan di dalam telepon.

Pada saat memori langka, produsen menghadapi pilihan sulit. Mereka ingin menjual fitur AI, tetapi biaya perangkat keras pendukung terus meningkat.

Sebagian fungsi dapat dipindahkan ke layanan awan. Namun, cara ini membutuhkan internet, server, serta biaya operasional tambahan.

Perangkat murah kemungkinan hanya menerima fitur AI terbatas, sedangkan kemampuan lengkap lebih banyak tersedia pada kelas premium.

Penjualan Operator dan Cicilan Menjadi Semakin Penting

Ketika harga naik, skema cicilan dan paket operator dapat membantu konsumen membeli smartphone.

Pembayaran bulanan membuat harga perangkat terlihat lebih ringan dibandingkan pembayaran tunai. Operator juga dapat menggabungkan telepon dengan paket data.

Produsen mungkin memperluas kerja sama pembiayaan untuk menjaga penjualan. Program tukar tambah juga dapat digunakan agar konsumen mendapat potongan dari perangkat lama.

Namun, pembeli perlu menghitung total biaya. Cicilan dengan bunga dan biaya tambahan dapat membuat harga akhir jauh lebih tinggi.

Konsumen harus memastikan kemampuan membayar sebelum memilih tenor panjang. Smartphone merupakan barang yang nilainya terus turun setelah digunakan.

Toko Kecil Menghadapi Risiko Persediaan

Penurunan pasar tidak hanya dirasakan produsen. Distributor dan toko ritel juga menghadapi risiko.

Jika membeli stok terlalu banyak, barang dapat tertahan ketika permintaan melemah. Model baru juga dapat membuat harga perangkat lama turun.

Sebaliknya, stok terlalu sedikit membuat toko kehilangan penjualan ketika ada permintaan mendadak.

Toko kecil memiliki modal terbatas dan tidak selalu memperoleh syarat pembelian sebaik jaringan besar. Kenaikan harga dapat mempersempit keuntungan mereka.

Pelayanan perbaikan, aksesori, serta penjualan barang bekas dapat menjadi sumber pendapatan tambahan ketika penjualan perangkat baru melambat.

Peluncuran Produk Bisa Lebih Sedikit

Pada tahun normal, satu merek dapat meluncurkan banyak model dengan perbedaan kecil. Strategi tersebut memberi pilihan luas tetapi meningkatkan biaya produksi dan pemasaran.

Saat komponen langka, produsen mungkin menyederhanakan jajaran produk. Beberapa model digabung atau hanya dijual di pasar tertentu.

Perusahaan juga dapat memperpanjang usia penjualan satu seri. Model lama tetap dipasarkan lebih lama dengan penyesuaian harga yang terbatas.

Peluncuran yang lebih sedikit membantu produsen memusatkan komponen pada perangkat yang paling berpotensi laku.

Konsumen mungkin melihat jarak harga yang lebih lebar antara kelas murah, menengah, dan premium.

Promosi Besar Bisa Berkurang

Industri smartphone selama ini dikenal dengan diskon peluncuran, hadiah earphone, cashback, serta potongan perdagangan daring.

Ketika keuntungan menipis, produsen memiliki ruang lebih kecil untuk memberi promosi besar.

Hadiah mungkin diganti dengan potongan yang lebih sederhana. Adaptor pengisian juga dapat semakin sering dipisahkan dari kotak penjualan.

Program promosi tetap muncul pada periode belanja besar, tetapi jumlah unitnya bisa terbatas.

Pembeli perlu membandingkan harga bersih, bukan hanya melihat nilai hadiah. Aksesori yang disebut gratis sering sudah dimasukkan ke dalam perhitungan harga.

Perangkat Premium Bisa Tetap Bertumbuh

Segmen premium memiliki ketahanan lebih baik karena pembelinya tidak terlalu sensitif terhadap perubahan harga kecil.

Pengguna kelas ini mencari kamera berkualitas tinggi, bahan mewah, dukungan perangkat lunak panjang, dan ekosistem layanan.

Produsen juga memperoleh keuntungan lebih besar dari setiap perangkat premium. Kenaikan harga memori dapat ditutupi dengan lebih mudah.

Akibatnya, pasar dapat bergerak ke arah perangkat yang lebih mahal meskipun jumlah unit keseluruhan menurun.

Keadaan ini menjelaskan mengapa nilai penjualan belum tentu jatuh sebesar pengiriman. Porsi perangkat mahal menjadi lebih besar.

Telepon Lipat Tetap Menjadi Produk Khusus

Smartphone lipat terus berkembang, tetapi harganya masih tinggi. Kelangkaan memori dapat menambah tekanan pada biaya produksi.

Perangkat lipat membutuhkan layar khusus, engsel rumit, bodi tipis, dan komponen yang disusun dengan presisi.

Produsen kemungkinan tetap meluncurkan model baru untuk menjaga citra teknologi. Namun, volumenya masih kecil dibandingkan telepon biasa.

Harga dapat tetap berada di kelas premium. Penurunan besar baru mungkin terjadi jika biaya layar dan engsel dapat ditekan.

Konsumen yang membeli perangkat lipat perlu mempertimbangkan biaya perbaikan serta ketersediaan layanan.

Tabel Pilihan Produsen Menghadapi Kenaikan Biaya

Pilihan ProdusenAkibat bagi Konsumen
Menaikkan hargaPembeli membayar lebih
Mengurangi RAMKemampuan banyak aplikasi berkurang
Mengurangi penyimpananRuang foto dan aplikasi lebih terbatas
Menurunkan mutu kameraHasil foto tidak banyak meningkat
Memakai bahan lebih murahRasa premium berkurang
Menghapus adaptorKonsumen membeli aksesori terpisah
Mengurangi promosiHarga efektif menjadi lebih tinggi
Memperpanjang penjualan model lamaPilihan generasi baru lebih sedikit
Fokus pada kelas premiumPerangkat murah semakin terbatas

Konsumen Perlu Lebih Teliti Sebelum Membeli

Kondisi pasar 2026 membuat pembelian smartphone perlu direncanakan dengan lebih hati hati.

Pembeli sebaiknya menentukan kebutuhan utama, seperti kamera, baterai, permainan, pekerjaan, atau penyimpanan. Tidak semua spesifikasi tinggi dibutuhkan setiap orang.

Bandingkan perangkat baru dengan model tahun sebelumnya. Penurunan harga model lama dapat memberi nilai lebih baik.

Periksa jangka dukungan perangkat lunak. Telepon yang menerima pembaruan lebih lama dapat digunakan selama beberapa tahun.

Ketersediaan pusat servis dan harga suku cadang juga perlu dipertimbangkan. Harga murah saat membeli dapat menjadi mahal ketika layar atau baterai sulit diganti.

Waktu Membeli Bergantung pada Kondisi Perangkat Lama

Tidak semua orang perlu membeli telepon sebelum harga naik. Keputusan harus melihat keadaan perangkat yang sedang digunakan.

Jika baterai masih sehat, layar baik, dan sistem masih mendapat pembaruan, menunda pembelian dapat menjadi pilihan.

Jika perangkat sering mati, tidak aman untuk aplikasi perbankan, atau biaya perbaikannya terlalu besar, membeli lebih awal mungkin lebih masuk akal.

Promosi masih dapat muncul meski pasar sedang menurun. Periode belanja daring, peluncuran model baru, dan penghabisan stok lama dapat memberi harga yang lebih baik.

Pembeli sebaiknya tidak terburu buru hanya karena mendengar kabar kenaikan harga. Perbandingan tetap diperlukan agar keputusan sesuai kebutuhan.

“Smartphone terbaik bukan selalu model terbaru, tetapi perangkat yang mampu menjalankan kebutuhan pengguna selama mungkin dengan biaya yang masuk akal.”

Produsen Harus Menjaga Kepercayaan Konsumen

Mengurangi spesifikasi secara diam diam dapat merusak kepercayaan. Konsumen kini lebih mudah membandingkan perangkat melalui ulasan dan pengujian.

Produsen perlu menjelaskan perubahan dengan terbuka. Jika harga naik karena komponen, peningkatan pada bagian lain harus tetap terlihat.

Dukungan perangkat lunak dapat menjadi cara mempertahankan nilai. Pembaruan panjang membuat konsumen lebih menerima harga awal yang tinggi.

Layanan perbaikan juga dapat diperkuat. Ketersediaan baterai, layar, dan suku cadang membantu perangkat digunakan lebih lama.

Merek yang tetap menjaga mutu selama masa sulit berpeluang mempertahankan pelanggan ketika pasokan kembali membaik.

Penurunan Pasar Mengubah Cara Industri Bersaing

Persaingan tidak lagi hanya mengenai jumlah kamera, kapasitas RAM, atau kecepatan pengisian.

Kemampuan mengamankan komponen menjadi bagian penting. Perusahaan dengan kontrak pasokan kuat dapat menjaga produksi dan harga lebih stabil.

Efisiensi desain juga semakin dibutuhkan. Produsen harus menghasilkan perangkat menarik tanpa memakai terlalu banyak komponen mahal.

Jaringan distribusi, program cicilan, layanan perbaikan, dan dukungan perangkat lunak menjadi pembeda yang lebih besar.

Merek yang hanya mengandalkan harga murah menghadapi masa paling berat. Ketika komponen naik, keunggulan utama mereka ikut tertekan.

Pemulihan Diperkirakan Tidak Langsung Terjadi

Pasar belum diperkirakan pulih sepenuhnya dalam waktu singkat. IDC memperkirakan pengiriman masih dapat turun pada 2027 sebelum membaik kembali.

Pabrik memori membutuhkan waktu untuk menambah kapasitas. Pembangunan fasilitas baru tidak dapat selesai hanya dalam beberapa bulan.

Permintaan dari pusat data AI juga belum menunjukkan tanda melemah. Produsen semikonduktor akan terus menempatkan produk bernilai tinggi sebagai prioritas.

Ketika pasokan mulai normal, harga tidak selalu langsung kembali ke tingkat lama. Perusahaan mungkin mempertahankan harga untuk memulihkan investasi.

Industri smartphone harus melewati periode penyesuaian sebelum volume pengiriman kembali tumbuh.

Tahun Berat bagi Produsen dan Konsumen

Proyeksi penurunan hampir 15 persen menandai perubahan besar pada pasar smartphone global. Persoalan berasal dari gabungan pasokan memori, kenaikan biaya, permintaan yang melemah, dan ketidakpastian perdagangan.

Produsen harus mengatur ulang harga dan spesifikasi. Distributor harus lebih hati hati menyimpan barang. Toko perlu menjaga perputaran persediaan, sedangkan konsumen akan lebih lama memakai perangkat lama.

Segmen murah berada dalam posisi paling sulit. Telepon kelas menengah dan premium memiliki peluang bertahan lebih baik karena keuntungan per unit lebih besar.

Indonesia dapat ikut merasakan kenaikan harga, pengurangan varian, serta promosi yang lebih terbatas. Nilai tukar dan biaya komponen akan ikut menentukan harga di tingkat konsumen.

Pasar smartphone 2026 mungkin menjual lebih sedikit unit, tetapi perangkat yang tersedia cenderung lebih mahal. Perubahan itu membuat ketelitian dalam memilih telepon menjadi semakin penting, terutama bagi pembeli yang ingin memakai perangkat selama beberapa tahun.